TRAINING OPERATOR CRANE

 

Pendahuluan

Crane adalah salah satu alat angkat dan angkut yang sangat diperlukan dalam mempercepat proses pemindahan benda, yang berfungsi sebagai alat untuk memindahkan letak benda yg berukuran besar dan berat dengan kapasitas angkat beban tertentu.

Sedangkan orang yang mengoperasikan crane disebut operator crane, seorang operator crane haruslah seseorang yang sudah memenuhi syarat, lulus sertifikasi sebagai crane operator, seorang operator crane wajib memiliki lisensi /Surat Izin Operasional ( SIO ) atau kewenangan mengoperasikan crane yang dikeluarkan atau disertifikasi oleh Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (KEMNAKER) Republik Indonesia, apabila operator crane tidak memiliki lisensi, maka dipastikan bahwa perusahaan yang mempekerjakan karyawan tanpa lisensi adalah melanggar peraturan dan dipastikan bisa ditindak oleh pemerintah sesuai peraturan yang berlaku.

Operator crane terdiri dari beberapa kelas hal ini disesuaikan dengan kapasitas angkat sebuah crane yang akan digunakan.

Crane itu sendiri juga terdiri dari berbagai jenis dan kapasitas beban angkat yang disesuaikan dengan fungsi dan lokasi pengangkatan barang.

Materi Training Operator Crane

  1. Undang – Undang No.01 Tahun 1970

  2. Kebijakan Depnaker

  3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05 Tahun 1985

  4. Pengetahuan Dasar crane

  5. Penggerak Mula (motor bakar)

  6. Dasar – dasar hidrolik

  7. Sebab – sebab kecelakaan pada pengoperasian crane

  8. Pengoperasian yang aman

  9. Dasar pengukuran kapasitas & signal (aba – aba)

  10. Tali kawat baja & alat bantu angkat

  11. Perawatan dan pemeliharaan crane

  12. Praktek

Persyaratan Peserta Training Operator Crane

Untuk operator kelas 1 :

  1. Sekurang – kurangnya pendidikan SLTA

  2. Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai operator dengan kapasitas 50 ton.

Untuk operator kelas 2 :

  1. Sekurang – kurangnya pendidikan SLTP

  2. Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai operator dengan kapasitas 25 s.d 50 ton.

Untuk operator kelas 3 :

  1. Sekurang – kurangnya pendidikan SLTP

  2. Berpengalaman minimal 1 tahun sebagai operator dengan kapasitas 25 ton.