Operator Rigging

Dalam  pekerjaan sehari-hari pada proses memindahkan barang dengan menggunakan alat angkat maupun angkut khususnya crane tidak bisa lepas dengan aktifitas ikat mengikat atau yang lebih dikenal dengan  sebutan rigging.  
Seseorang yang bertugas dalam mengikat benda untuk di pindahkan atau diangkat dinamakan rigger atau juru ikat, tugas rigger sangat penting karena secara  teoritis rigging boleh diartikan  sebagai  suatu kerja sistematis dan terencana. 
Selain harus mempunyai keahlian dalam proses mengikat benda, seorang rigger juga harus mengetahui kode aba aba yang standar yang akan dipakai berkomunikasi dengan operator angkat angkutnya, baik itu dengan menggunakan aba aba sinyal tangan ataupun dengan alat komunikasi.

Peserta

Menurut Peraturan Menteri  PER.09/MEN/VII/2010, Juru ikat (rigger) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. sekurang-kurangnya berpendidikan SLTP/sederajat;
  2. berpengalaman sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun di bidangnya;
  3. berbadan sehat menurut keterangan dokter;
  4. umur sekurang-kurangnya 19 tahun; dan
  5. memiliki Lisensi K3 dan buku kerja.

Materi 

Materi Training Operator Rigging
  1. Peraturan dan perundangan pesawat angkat dan angkut
  2. Peraturan keselamatan dan kesehatan kerja/Dasar-dasar K3 dan P3K
  3. Pengenalan alat angkat crane dan fungsi crane
  4. Jenis / macam crane
  5. Pengetahuan tentang load chart/daftar beban pada crane
  6. Pengetahuan signal man/aba aba pengoperasian crane angkat
  7. Definisi Rigging
  8. Perinsip kerja Rigging
  9. Perhitungan pengangkatan
  10. Pengetahuan alat bantu angkat
  11. Pengetahuan tali kawat baja dan tali alam/buatan
  12. Pengetahuan pengikatan dan cara pembuatan alat bantu angkat
  13. Menghitung kekuatan jenis alat bantu angkat berdasarkan berat yang diangkat
  14. Praktek  

Informasi Lengkap dan Pendaftaran

Dewi : +62 812 7010 4647

Arja : +62878 9433 0399

Rifan : +62813 6449 7651